Pastikan Capaian LTT Sesuai Target, Tim BRMP Kalteng Intensifkan Pendampingan di Murung Raya
MURUNG RAYA - Dalam rangka memastikan capaian LTT sesuai target, tim BRMP Kalteng melakukan pendampingan secara intensif di Kabupaten Murung Raya. Kegiatan pendampingan ini dilakukan melalui koordinasi dan observasi langsung di lapangan untuk memastikan faktor-faktor yang menjadi kendala dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada, Kamis (25/09/2025).
Koordinasi teknis dilakukan dengan Sekretaris Dinas, Kabid TP, Koordinator Penyuluh, Koordinator BPP dan para penyuluh Dinas Pertanian dan Perikanan Kab.Murung Raya. Berdasarkan hasil koordinasi diketahui bahwa capaian target tanam padi gogo untuk bulan September masih belum terealisasi, namun semua pihak bertekad untuk terus mengupayakan dengan berbagai langkah-langkah konkrit. Beberapa kendala yang menyebabkan lambatnya realisasi LTT di wilayah ini antara lain; persiapan lahan terlambat karena intensitas hujan masih tinggi (belum bisa membakar), distribusi herbisida untuk land clearing lahan belum sampai ke petani, serta belum adanya kepastian waktu distribusi benih bantuan dari Dirjen PSP Kementerian Pertanian. Untuk padi sawah, sebagian besar petani sudah melakukan persemaian dan diperkirakan awal bulan ini sudah bisa dilakukan penanaman.
Tim BRMP menyampaikan agar semua tim LTT tetap fokus dan semangat dalam mendampingi dan mengawal program strategis kementerian pertanian ini, karena berhasil atau tidaknya program tersebut akan berdampak pada keberlanjutan program kementerian di wilayahnya. Untuk itu dukungan dan sinergitas dari semua pihak sangat diperlukan untuk pencapaian LTT sesuai target.
Terkait terlambatnya distribusi herbisida sampai ke petani, tim berkoordinasi langsung dengan pihak penyedia. Dari hasil koordinasi ini diketahui bahwa sampai saat ini herbisida sudah terdistribusi ke 3 (tiga) kecamatan dari 10 kecamatan, sedangkan sisanya masih dalam proses distribusi. Lambatnya distribusi herbisida ini dipengaruhi oleh faktor alam (banjir) dan kendala transportasi air ke wilayah yang tidak bisa ditempuh melalui jalan darat. Namun demikian, distribusi herbisida dipastikan bisa diterima petani secara lengkap pada akhir September.
Hasil observasi ke lapangan, terkonfirmasi bahwa sebagian besar saprodi yang dikirim sudah diterima petani dan siap untuk diaplikasikan. Terkait pengolahan lahan, sebagian besar petani sudah melakukan tebas tebang, dan sebagian kecil sudah mulai melakukan pembakaran. Setelah menerima herbisida, mereka sudah siap untuk mengaplikasikannya untuk pembersihan lahan seiring dengan sudah adanya kepastian waktu pendistribusian benih. Jika sudah ada kepastian benih datang pada awal Oktober, petani sudah siap untuk melakukan penanaman paling lambat pertengahan Oktober.